basmalah

Sobat Muslim, menjelang bulan Dzulhijjah ini dimana didalamnya terdapat ibadah yang sangat besar nilainya di sisi Allah Subchanahu Wa Ta’ala yang kedua ibadah tersebut wajib hukumnya bagi setiap muslim yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan mampu, kedua ibadah tersebut adalah Ibadah kurban dan Haji. Kali ini kami mencoba menampilkan tafsir terkait ibadah kurban pada surat al Hajj ayat 34. Berikut penafsiran al Hafizh Imaduddin Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir Al Quraisy ad Dimasyqi atau dikenal dengan sebutan Imam Ibnu Katsir terkait Surat al Hajj ayat 34.

Allah Ta’ala mengabarkan bahwa penyembelihan binatang kurban dan penumpahan darah dengan nama Allah telah disyariatkan dalam seluruh agama. Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas [وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا] “Dan bagi tiap-tiap ummat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban),” yaitu hari raya. Sedangkan Ikrimah berkata, yaitu penyembelihan kurban. FirmanNya [لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ] “Agar mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka,” Sebagaimana tercantum dalam ash Shahihain, bahwasannya Anas berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam datang membawa dua ekor domba yang bagus dan bertanduk, beliau menyebut nama Allah, bertakbir dan meletakkan kakinya di atas pelipis dua ekor domba tersebut.”

FirmanNya :[ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا] “Maka Ilahmu adalah Ilah Yang Mahaesa, karena itu berserah dirilah kamu kepadaNya,” yaitu al ma’bud (Yang kalian ibadahi) adalah Esa, sekalipun syariat para Nabi bermacam-macam dan sebagiannya menghapus sebagian yang lain. Seluruhnya menyeru peribadahan kepada Allah Yang Esa yang tidak ada sekutu bagiNya: [وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ] “Dan kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasannya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku, maka ibadahilah olehmu sekalian akan Aku.’” (QS Al Anbiyaa:25). Untuk itu, Dia berfirman[ فَلَهُ أَسْلِمُو] “Karena itu berserah dirilah kamu kepadaNya,” yaitu murnikanlah dan berserah dirilah kepada hukumNya dan dalam mentaatiNya.

[وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ] “Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang mukhbitin.”  Mujahid berkata: ”Yaitu orang-orang thuma’ninah.” Adh Dhahhak dan Qatadah berkata: “Yaitu orang-orang tawadhu’.” As Suddi berkata: “Yaitu orang-orang yang tunduk.” Sedangkan ats Tsuri berkata: “[وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ] ‘Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang mukhbitin,’ yaitu orang-orang yang thuma’ninah lagi ridha dengan qadha Allah dan berserah diri kepadaNya.”



No related posts.